AR-SB2 · 3 SKS

Sistem Bangunan 2

Building Environment & Envelope

Mempelajari hubungan antara lingkungan, iklim, selubung bangunan, kenyamanan manusia, dan performa bangunan sebagai dasar pengambilan keputusan arsitektur.

CLIMATE → ENVELOPE → COMFORT → PERFORMANCE
Semester
Semester 2
Credits
3 SKS
Core Question
How should a building respond to its environment?
01 / JOURNEY

Learning Journey

SB 2 membawa mahasiswa dari pemahaman terhadap lingkungan menuju kemampuan menerjemahkan data lingkungan menjadi strategi arsitektur.

01

CLIMATE

Understanding the Environment

Mahasiswa memahami bagaimana kondisi lingkungan dan iklim mempengaruhi keputusan dasar dalam perancangan bangunan.

MEETINGS 01–04
02

ENVELOPE

Building as Environmental Mediator

Mahasiswa memahami envelope sebagai mediator antara ruang interior dan lingkungan luar.

MEETINGS 05–08
03

COMFORT

Human Environmental Comfort

Mahasiswa mempelajari thermal, visual, acoustic dan environmental comfort sebagai bagian dari kualitas ruang.

MEETINGS 09–12
04

PERFORMANCE

From Strategy to Evaluation

Mahasiswa mengevaluasi strategi lingkungan dan mengubah hasil analisis menjadi keputusan desain.

MEETINGS 13–16
02 / CURRICULUM

16 Meetings

Urutan materi dirancang sebagai progressive learning: mahasiswa tidak langsung belajar teknologi, tetapi terlebih dahulu memahami fenomena lingkungan yang kemudian diterjemahkan menjadi strategi desain.

01
CLIMATE

Climate & Architecture

Bagaimana lingkungan mempengaruhi bentuk dan ruang?
Climate sebagai design context Iklim makro dan mikro Temperature Humidity Wind Solar radiation Rainfall
ACTIVITY
Membaca kondisi iklim lokasi studi dan membuat Climate Profile.
02
CLIMATE

Sun, Orientation & Solar Radiation

Bagaimana matahari membentuk keputusan orientasi?
Solar geometry Sun path Solar radiation Building orientation Solar exposure Heat gain
ACTIVITY
Analisis orientasi dan paparan matahari pada bangunan.
03
CLIMATE

Heat & Thermal Transfer

Bagaimana panas masuk dan berpindah melalui bangunan?
Heat transfer Conduction Convection Radiation Thermal mass Heat gain
ACTIVITY
Menganalisis jalur perpindahan panas pada envelope.
04
CLIMATE

Orientation as Design Strategy

Bagaimana orientasi dapat menjadi strategi pasif?
Building orientation Solar exposure Wind direction Functional zoning Site response Passive strategy
ACTIVITY
Membuat alternatif orientasi dan membandingkan konsekuensinya.
05
ENVELOPE

Building Envelope

Bagaimana kulit bangunan mengontrol lingkungan?
Definition of envelope Wall Roof Floor Opening Glazing Envelope performance
ACTIVITY
Membongkar sebuah bangunan menjadi komponen envelope.
06
ENVELOPE

Solar Shading

Bagaimana bangunan mengendalikan matahari?
Overhang Vertical fin Horizontal shading Egg-crate Screen Secondary skin External shading
ACTIVITY
Merancang beberapa alternatif shading berdasarkan orientasi.
07
ENVELOPE

Natural Ventilation

Bagaimana udara dapat bergerak melalui bangunan?
Air movement Pressure difference Cross ventilation Single-sided ventilation Stack effect Opening configuration
ACTIVITY
Menganalisis jalur aliran udara melalui denah dan potongan.
08
ENVELOPE

Daylighting

Bagaimana cahaya alami membentuk kualitas ruang?
Natural light Daylight penetration Window-to-wall ratio Glare Light shelf Skylight Light distribution
ACTIVITY
Membandingkan strategi bukaan untuk memperoleh daylight yang baik.
09
COMFORT

Thermal Comfort

Kapan manusia merasa nyaman secara termal?
Thermal comfort Air temperature Mean radiant temperature Humidity Air velocity Clothing Activity
ACTIVITY
Evaluasi sederhana kondisi thermal comfort pada ruang.
10
COMFORT

Acoustic Environment

Bagaimana suara mempengaruhi kualitas ruang?
Sound Noise Sound transmission Absorption Reflection Reverberation Acoustic zoning
ACTIVITY
Analisis sumber kebisingan dan strategi zoning.
11
COMFORT

Water, Rain & Building Response

Bagaimana bangunan merespons air dan hujan?
Rainwater Roof drainage Surface runoff Building drainage Water harvesting Moisture Tropical rain response
ACTIVITY
Membuat diagram aliran air hujan pada bangunan.
12
COMFORT

Integrated Environmental Comfort

Bagaimana berbagai faktor lingkungan bekerja bersama?
Thermal comfort Visual comfort Acoustic comfort Air movement Daylight Environmental quality
ACTIVITY
Mengevaluasi satu ruang berdasarkan beberapa parameter comfort.
13
PERFORMANCE

Passive Design Strategies

Bagaimana desain dapat bekerja sebelum menggunakan teknologi aktif?
Passive design Orientation Shading Ventilation Daylighting Thermal mass Landscape response
ACTIVITY
Menyusun Passive Design Strategy untuk satu bangunan.
14
PERFORMANCE

Environmental Simulation

Bagaimana performa desain dapat diuji?
Performance simulation Solar analysis Daylight analysis Thermal analysis Wind analysis Digital workflow Data interpretation
ACTIVITY
Membaca hasil simulasi dan menghubungkannya dengan keputusan desain.
15
PERFORMANCE

Performance-Based Design

Bagaimana data lingkungan mengubah keputusan desain?
Performance indicators Design iteration Optimization Design alternatives Evidence-based decision Architectural response
ACTIVITY
Membandingkan dua alternatif desain berdasarkan performa.
16
PERFORMANCE

UAS — Environmental Building Design

Bagaimana strategi lingkungan diterjemahkan menjadi desain?
Climate response Envelope strategy Comfort Passive design Performance Architectural argument
ACTIVITY
Presentasi final Environmental Building Strategy.
03 / OUTCOMES

Learning Outcomes

Pada akhir mata kuliah mahasiswa diharapkan tidak sekadar mengetahui sistem lingkungan, tetapi mampu menggunakannya sebagai dasar argumentasi desain.

LO-01

Climate Literacy

Mampu membaca karakteristik iklim dan lingkungan sebagai dasar pengambilan keputusan arsitektur.

LO-02

Envelope Understanding

Mampu menjelaskan hubungan antara envelope, panas, cahaya, udara, dan lingkungan luar.

LO-03

Environmental Comfort

Mampu mengevaluasi faktor lingkungan yang mempengaruhi kenyamanan manusia.

LO-04

Passive Strategy

Mampu merumuskan strategi desain pasif berdasarkan kondisi iklim dan karakter bangunan.

LO-05

Performance Thinking

Mampu menggunakan data atau hasil analisis untuk mendukung keputusan desain.

04 / METHOD

Environmental Design Process

SB 2 menggunakan pola berpikir berbasis evidence sehingga analisis lingkungan selalu berakhir pada keputusan arsitektur.

READ
Membaca iklim dan kondisi lingkungan
ANALYZE
Menganalisis matahari, panas, udara, cahaya dan suara
RESPOND
Merumuskan strategi envelope dan passive design
TEST
Menguji performa melalui analisis atau simulasi
ITERATE
Memperbaiki desain berdasarkan evidence
05 / ASSESSMENT

Assessment

Penilaian menekankan kemampuan membaca kondisi, menganalisis, merumuskan strategi, dan mempertanggungjawabkan keputusan desain.

Climate & Site Analysis
15%
Envelope Exercise
15%
Environmental Comfort Analysis
15%
UTS
20%
Performance & Simulation
10%
UAS Final Project
25%